<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Suhengsi's Weblog</title>
	<atom:link href="http://suhengsi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suhengsi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Sep 2011 08:47:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='suhengsi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Suhengsi's Weblog</title>
		<link>http://suhengsi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://suhengsi.wordpress.com/osd.xml" title="Suhengsi&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://suhengsi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>USTMAN BIN AFFAN</title>
		<link>http://suhengsi.wordpress.com/2011/09/12/ustman-bin-affan/</link>
		<comments>http://suhengsi.wordpress.com/2011/09/12/ustman-bin-affan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 08:47:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suhengsi sueb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suhengsi.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Nama beliau adalah Utsman bin &#8216;Affan bin Abil&#8217;Ash bin Umayyah bin Abdisy Syams bin Abdi Manaf bin Qusyai bin Kilab. Beliau menisbatkan dirinya kepada bani Umayyah, salah satu kabilah Quraisy. Beliau dilahirkan di Mekah enam tahun setelah tahun gajah, menurut pendapat yang shahih. Beliau tumbuh diatas akhlak yang mulia dan perangai yang baik. Beliau sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhengsi.wordpress.com&amp;blog=4600043&amp;post=28&amp;subd=suhengsi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nama beliau adalah Utsman bin &#8216;Affan bin Abil&#8217;Ash bin Umayyah bin Abdisy Syams bin Abdi Manaf bin Qusyai bin Kilab. Beliau menisbatkan dirinya kepada bani Umayyah, salah satu kabilah Quraisy. Beliau dilahirkan di Mekah enam tahun setelah tahun gajah, menurut pendapat yang shahih. Beliau tumbuh diatas akhlak yang mulia dan perangai yang baik. Beliau sangat pemalu, bersih jiwa dan suci lisannya, sangat sopan santun, pendiam dan tidak pernah menyakiti orang lain. Beliau suka ketenangan dantidak suka keramaian/kegaduhan, perselisihan, teriakan keras. Dan beliau rela mengorbankan nyawanya demi untuk menjauhi hal-hal tersebut. Dan karena kebaikan akhlak dan mu&#8217;amalahnya, beliau dicintai oleh Quraisy, hingga merekapun menjadikannya sebagai perumpamaan. Dari sini Imam Asy-Sya&#8217;bi mengatakan : &#8220;Dahulu Utsman sangat dicintai oleh orang-orang Quraisy, mereka menjadikannya sebagai suri taudalan, mereka memuliakannya. Sampai-sampai para ibu dari kalangan orang-orang Arab, jika menghibur anaknya, dia mengatakan : Demi Allah yang Maha Penyayang, aku mencintaimu seperti kecintaan Quraisy kepada Utsman Utsman bin &#8216;Affan Radhiyallahu ‘anhu hidup ditengah orang-orang musyrikin Quraisy yang menyembah berhala-berhala, namun beliau tidak menyukai kesyirikan, animisme/dinamisme serta adatistiadat yang kotor. Beliau menjauhi segala bentuk kotoron jahiliyah yang mereka lakukan, beliau tidak pernah berzina, membunuh, ataupun meminum khamer. Ketika Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk berdakwah di jalan</p>
<p>Allah, dan Abu Bakar sudah masuk Islam, beliaupun pergi mendatangi Utsman c mengajaknya masuk Islam. Utsman pun seketika itu langsung menerima ajakan untuk masuk Islam dan beliau mengucapkan dua kalimat syahadat. Hal ini dikarenakan, agama ini mengajak kepada tauhid, membasmi kesyirikan, didalamnya terdapat seruan untuk berakhlak yang mulia dan berperangai yang baik. Utsman akhirnya beriman kepada agama yang lurus ini dan beriman kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, karena beliau mengenal betul kejujuran, amanah, dan</p>
<p>kemuliaan akhlak Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Beliaupun menjadi orang-orang yang terdahulu lagi pertama masuk Islam. Akan tetapi, kaum beliau tidak membiarkan begitu saja, bahkan mereka menyakiti dan menyiksa beliau bersama orang-orang beriman lainnya. Orangorang Quraisy mengancam dan menguji (kekuatan) agama mereka, untuk mengembalikan mereka dari menyembah Allah kepada penyembahan kepada berhal-berhala. Ketika bertambah penyiksaan, penganiayaan dan gangguan mereka serta usaha mereka untuk menghalangi mereka dari Islam, maka mereka pun hijrah ke negri Habasyah (Ethopia). Dan diantara pelopor hijrah tersebut adalah Utsman bin &#8216;Affan Radhiyallahu ‘anhu dan istri beliau yaitu Ruqayyah Radhiyallahu ‘anhabinti Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Beliaupun terhitung sebagai orang pertama yang berhijrah dari umat Islam ini.Beliau hijrah dan meninggalkan negri serta keluarganya demi berpegang dengan agama dan aqidahnya. Hal ini menunjukkan akan kuatnya keimanan, keyakinan dan keterikatan beliau dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta hari akhir. Beliau rela hidup dalam keterasingan, kehilangan mata pencaharian (perdagangan), kedudukan ditengah masyarakat serta kewibawaan. Beliau pindah kenegri orang lain demi Allah dan dijalan Allah, bukan untuk berdagang dan mendapatkan keuntungan materi, namun semuanya untuk perdagangan akhirat serta meraih surga dan diselamatkan dari api neraka. Kemudian ketika tersebar berita akan Islamnya penduduk Mekkah dan sampai berita ini kepada mereka di Habasyah, mereka pun kembali hingga ketika telah mendekat ke kota Mekkah, mereka akhirnya sadar bahwa berita tersebut tidaklah benar. Tapi, mereka tetap masuk kota Mekkah dengan jaminan keamanan dari sebagian penduduk Mekkah. Diantara yang kembali tersebut adalah Utsman bin &#8216;Affan dan istri beliau Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha. Utsman kembali menetap di Mekkah dan kembali mendapatkan gangguan dan penganiayaan dari orang-orang Mekkah. Tapi hal tersebut tidak membuatnya lari dari agamanya, hingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berhijrah ke kota Madinah An-Nabawiyah bersama para sahabatnya dan beliau pun ikut serta berhijrah. Dan Utsman termasuk orang yang berhijrah dua kali. Hal ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya (Fathul Bari 7/363). Beliaupun tegar dengan keimanannya, bahkan semakin hari semakin bertambah keimanan beliau. Beliau tinggal di kota Madinah, dan tidaklah beliau meninggalkannya sejenak melainkan beliau ingin segera kembali kepangkuannya. Telah dishahihkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullahu bahwasanya beliau tidak berpamitan kepada istri-istri beliau ketika keluar dari Mekkah melainkan pada saat beliau sudah naik kendaraan- dan beliau percepat keluarnya, karena khawatir tidak bisa berhijrah. (Fathul Bari 2/571) Beliau memiliki kedudukan yang tinggi disisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dan hal ini diketahui oleh para sahabat g Dari sinilah Ibnu Umari Radhiyallahu ‘anhu berkata : &#8220;Dahulu pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kita meyakini bahwa tidak ada yang lebih utama dari Abu Bakar, kemudian Umar kemudian Utsman kemudian kami biarkan selanjutnya kepada para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.” Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Al-Jami&#8217; Ash-Shahih bersama Fathul Bari (7/53-54).  Diantara yang menunjukkan akan kedudukan Utsman Radhiyallahu ‘anhu disisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah kisah beliau ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam duduk ditempat yang ada airnya, yang mana tersingkap kedua lutut beliau. Ketika utsman masuk, beliapun menutupinya. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Al-Jami&#8217; Ash- Shahih bersama Fathul Bari (7/53). Pernah suatu saat beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bertelekan di rumah Aisyah xdalam keadaan tersingkap kedua paha atau betis beliau. Lalu Abu Bakar dan Umar minta izin untuk masuk dan beliaupun mengizinkan, sedangkan beliau tetap dalam keadaan tersingkap kedua paha beliau. Kemudian datang Utsman meminta izin untuk masuk, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam duduk dan membetulkan pakaian beliau. Maka Aisyah bertanya kepada beliau tentang hal tersebut, dan beliau menjawab : &#8220;Tidakkah aku malu kepada orang yang malaikat saja malu kepadanya&#8221;. Diriwayatkan oleh Imam Muslim (4/1866). Tidak cukup Utsman Radhiyallahu ‘anhu melaksanakan kewajiban-kewajiban Islam seperti sholat, puasa, membayar zakat, bahkan beliau menyerahkan segala-galanya untuk menyebarkan Islam, dan menolong kaum muslimin. Pada zaman Rosul n,,,,,,,,,,,,,,,, beliau menginfakkan kebanyakan dari hartanya untuk menolong Islam dan kaum muslimin. Diantara hal tersebut, ketika kaum muhajirin datang ke kota Madinah, tidak ada air tawar (untuk diminum) selain sumur yang dinamakan Ruumah, sedangkan waktu itu kaum muslimin tidak memiliki harta. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :”Barangsiapa yang membeli sumur Ruumah, akan dijadikan timbanya dengan timba kaum muslimin yang lebih baik darinya di Surga. Utsman Radhiyallahu ‘anhu pun membelinya dari hartanya sendiri.” Diantaranya juga, pada waktu perang Tabuk, ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersiap-siap untuk berangkat perang, mereka kekurangan bekal.</p>
<p>Maka beliau bersabda :”Barangsiapa yang memberi bekal kepada pasukan (perang Tabuk) yang kesulitan, maka baginya surga”. Ketika Utsman mendengar hal tersebut – dan beliau memang punya harta –, beliaupun membekali mereka. Beliau datang dengan membawa seribu dinar lalu beliau tuangkan di pangkuan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam membolak-balikkannya dengan tangan beliau, seraya mengatakan :”Tidak akan memudharatkan Utsman bin Affan apa yang dia lakukan setelah hari ini”. Beliau mengulang-ngulangi berkali-kali. Beliau ikut bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam semua peperangan dan tidak pernah ketinggalan, kecuali karena ada perintah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada waktu perang Badar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan beliau agar tetap tinggal di Madinah untuk merawat3 istri beliau Ruqayyah binti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan beliau tetap diberi bagian dari ghanimah dan pahala. Beliaupun melaksanakan perintah dan tetap tinggal di Madinah untuk merawat istri beliau. Ketika istri beliau meninggal dunia dan beliau keluar untuk memakamkannya, datang seorang pemberi kabar tentang kemenangan kaum muslimin di perang Badar. Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kembali, beliau menikahkanya dengan saudari Ruqayyah, yaitu Ummu Kultsum Radhiyallahu ‘anha.Oleh karenanya, beliau digelari dengan Dzun Nurain (yang memiliki dua cahaya). Senantiasa Utsman zdalam keadaan seperti itu sepanjang kehidupan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mengabarkan beliau dan selainnya dari para sahabat berulang-ulang bahwa akan terjadi fitnah yang akan menimpa Utsman dan para sahabat beliau yang berada diatas kebenaran. Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengisyaratkan untuk mengikuti beliau (Utsman) ketika terjadi fitnah. Diantara yang shohih dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang hal ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umari Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah n menyebutkan adanya fitnah. Lalu ada seseorang yang lewat dan Nabi berkata :”Orang yang memakai penutup muka ini akan terbunuh pada saat itu.” Abdullah bin Umar mengatakan :”Aku melihat (orang tersebut) adalah Utsman bin Affan.” Ka’ab bin Murrah al-Bahzizmeriwayatkan kisah yang serupa dengan yang diatas. Beliau telah mendengar Rasulullah n menyebutkan tentang fitnah, lalu tiba-tiba Utsman datang dalam keadaan memakai penutup muka dan beliau mengisyaratkan kepada Utsman, seraya berkata :”Orang ini dan para sahabatnya diatas kebenaran dan petunjuk.” Baik kedua riwayat ini untuk satu kisah atau dua, semuanya mengabarkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjelaskan akan terbunuhnya Utsman Radhiyallahu ‘anhu dalam fitnah. Dan riwayat Ka’ab menambahkan bahwa beliau dan para sahabatnya diatas kebenaran ketika terjadinya fitnah ini. Diantara yang menunjukkkan bahwa Ka’ab ingin mengetahui lebih jelas siapa orang yang dimaksud oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Maka dia pun mendatangi orang tersebut dan memegangi kedua pundaknya ternyata dia adalah Utsman bin Affan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyambutnya. Ka’ab mengatakan : Apakah ini orangnya ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata kepadanya : ya. Diantaranya pula apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairahz, yang demikian itu ketika beliau meminta izin kepada Utsman pada waktu pengepungan (terhadap rumah beliau) untuk berbicara kepada beliau. Ketika beliau mengizinkannya, beliau (Abu Hurairah) berdiri dan memuji Allah kemudian berkata :”Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah n bersabda :”Sesungguhnya kalian akan menemui sepeninggalku fitnah dan perselisihan. Salah seorang mengatakan : Apa yang kita lakukan, ya Rasulullah ? Beliau menjawab, wajib bagi kalian bersama al-Amin dan para sahabat-sahabat beliau. Dan beliau menunjuk kepada Utsman. Diantaranya pula, apa yang telah ditentukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang waktu terjadinya fitnah tersebut, seperti yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda :”Poros Islam berputar pada 35 atau 36 atau 37 &#8230;&#8230;” Dan Allah berkehendak hal itu terjadi pada tahun 35 H dengan dinyalakannya fitnah hingga terbunuhnya Utsman Radhiyallahu ‘anhu .9 Dan diataranya juga, apa yang disamakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dari fitnah tersebut dengan fitnah Dajjal, dari segi banyaknya manusia yang tertarik dengannya. Dan barangsiapa yang selamat dari keduanya maka dia akan selamat.  Yang demikian itu, seperti yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Hawalah Radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda :”Barangsiapa yang selamat dari 3 hal, maka dia akan selamat -3 kali diulang oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam – yaitu : wafatku, Dajjal dan terbunuhnya seorang khalifah yang bersabar diatas kebenaran dan dia pasrah”.</p>
<p>Akan kita lanjutkan pada tulisan berikutnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhengsi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhengsi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhengsi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhengsi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suhengsi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suhengsi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suhengsi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suhengsi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhengsi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhengsi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhengsi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhengsi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhengsi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhengsi.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhengsi.wordpress.com&amp;blog=4600043&amp;post=28&amp;subd=suhengsi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhengsi.wordpress.com/2011/09/12/ustman-bin-affan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed28f559c78f5def61010f721a618936?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suheng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAUHID</title>
		<link>http://suhengsi.wordpress.com/2010/07/16/tauhid/</link>
		<comments>http://suhengsi.wordpress.com/2010/07/16/tauhid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 04:38:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suhengsi sueb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suhengsi.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[TAUHID Tauhid merupakan kewajiban utama dan pertama yang diperintahkan Alloh kepada setiap hamba-Nya. Namun, sangat disayangkan kebanyakan kaum muslimin pada zaman sekarang ini tidak mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. Padahal tauhid inilah yang merupakan dasar agama kita yang mulia ini. Oleh karena itu sangatlah urgen bagi kita kaum muslimin untuk mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhengsi.wordpress.com&amp;blog=4600043&amp;post=20&amp;subd=suhengsi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>TAUHID</strong></p>
<p>Tauhid merupakan kewajiban utama dan pertama yang diperintahkan Alloh kepada setiap hamba-Nya. Namun, sangat disayangkan kebanyakan kaum muslimin pada zaman sekarang ini tidak mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. Padahal tauhid inilah yang merupakan dasar agama kita yang mulia ini. Oleh karena itu sangatlah urgen bagi kita kaum muslimin untuk mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. Hakekat tauhid adalah mengesakan Alloh. Bentuk pengesaan ini terbagi menjadi tiga, berikut penjelasannya.<br />
<strong>Mengesakan Alloh dalam Rububiyah-Nya</strong><br />
Maksudnya adalah kita meyakini keesaan Alloh dalam perbuatan-perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh Alloh, seperti mencipta dan mengatur seluruh alam semesta beserta isinya, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat dan lainnya yang merupakan kekhususan bagi Alloh. Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Orang-orang yang mengingkari hal ini, seperti kaum atheis, pada kenyataannya mereka menampakkan keingkarannya hanya karena kesombongan mereka. Padahal, jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka mengakui bahwa tidaklah alam semesta ini terjadi kecuali ada yang membuat dan mengaturnya. Mereka hanyalah membohongi kata hati mereka sendiri. Hal ini sebagaimana firman Alloh “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).“ (Ath-Thur: 35-36)<br />
Namun pengakuan seseorang terhadap Tauhid Rububiyah ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi Rosululloh mengakui dan meyakini jenis tauhid ini. Sebagaimana firman Alloh, “Katakanlah: ‘Siapakah Yang memiliki langit yang tujuh dan Yang memiliki ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Alloh.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari -Nya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Alloh.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan manakah kamu ditipu?’” (Al-Mu’minun: 86-89). Dan yang amat sangat menyedihkan adalah kebanyakan kaum muslimin di zaman sekarang menganggap bahwa seseorang sudah dikatakan beragama Islam jika telah memiliki keyakinan seperti ini. Wallohul musta’an.<br />
<strong>Mengesakan Alloh Dalam Uluhiyah-Nya</strong><br />
Maksudnya adalah kita mengesakan Alloh dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti shalat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya. Dimana kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua ibadah itu hanya kepada Alloh semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rosul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Alloh mengenai perkataan mereka itu “Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (Shaad: 5). Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Alloh semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Alloh dan Rosul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Alloh adalah satu-satunya Pencipta alam semesta.<br />
<strong>Mengesakan Alloh Dalam Nama dan Sifat-Nya</strong><br />
Maksudnya adalah kita beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Alloh yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rosululloh. Dan kita juga meyakini bahwa hanya Alloh-lah yang pantas untuk memiliki nama-nama terindah yang disebutkan di Al-Qur’an dan Hadits tersebut (yang dikenal dengan Asmaul Husna). Sebagaimana firman-Nya “Dialah Alloh Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, hanya bagi Dialah Asmaaul Husna.” (Al-Hasyr: 24)<br />
Seseorang baru dapat dikatakan seorang muslim yang tulen jika telah mengesakan Alloh dan tidak berbuat syirik dalam ketiga hal tersebut di atas. Barangsiapa yang menyekutukan Alloh (berbuat syirik) dalam salah satu saja dari ketiga hal tersebut, maka dia bukan muslim tulen tetapi dia adalah seorang musyrik.<br />
<strong>Kedudukan Tauhid</strong><br />
Tauhid memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dalam agama ini. Pada kesempatan kali ini kami akan membawakan tentang kedudukan Tauhid Uluhiyah (ibadah), karena hal inilah yang banyak sekali dilanggar oleh mereka-mereka yang mengaku diri mereka sebagai seorang muslim namun pada kenyataannya mereka menujukan sebagian bentuk ibadah mereka kepada selain Alloh, baik itu kepada wali, orang shaleh, nabi, malaikat, jin dan sebagainya.<br />
<strong>Tauhid Adalah Tujuan Penciptaan Manusia</strong><br />
Alloh berfirman, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56) maksud dari kata menyembah di ayat ini adalah mentauhidkan Alloh dalam segala macam bentuk ibadah sebagaimana telah dijelaskan oleh Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu, seorang sahabat dan ahli tafsir. Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Alloh saja. Tidaklah mereka diciptakan untuk menghabiskan waktu kalian untuk bermain-main dan bersenang-senang belaka. Sebagaimana firman Alloh “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian.” (Al Anbiya: 16-17). “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu’minun: 115)<br />
<strong>Tauhid Adalah Tujuan Diutusnya Para Rosul</strong><br />
Alloh berfirman, “Dan sungguh Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Alloh, dan jauhilah Thaghut itu’.” (An-Nahl: 36). Makna dari ayat ini adalah bahwa para Rosul mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi terakhir Nabi kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam diutus oleh Alloh untuk mengajak kaumnya untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dan tidak memepersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Maka pertanyaan bagi kita sekarang adalah “Sudahkah kita memenuhi seruan Rosul kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam untuk beribadah hanya kepada Alloh semata? ataukah kita bersikap acuh tak acuh terhadap seruan Rosululloh ini?” Tanyakanlah hal ini pada masing-masing kita dan jujurlah…<br />
<strong>Tauhid Merupakan Perintah Alloh yang Paling Utama dan Pertama</strong><br />
Alloh berfirman, “Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (An-Nisa: 36). Dalam ayat ini Alloh menyebutkan hal-hal yang Dia perintahkan. Dan hal pertama yang Dia perintahkan adalah untuk menyembahNya dan tidak menyekutukanNya. Perintah ini didahulukan daripada berbuat baik kepada orang tua serta manusia-manusia pada umumnya. Maka sangatlah aneh jika seseorang bersikap sangat baik terhadap sesama manusia, namun dia banyak menyepelekan hak-hak Tuhannya terutama hak beribadah hanya kepada Alloh semata.<br />
<strong>Hakikat dan Keutamaan Tauhid</strong><br />
Rujukan : Minhaj al-Firqah an-Najiyah hal. 31<br />
Tauhid adalah tujuan diciptakannya alam semesta. Para rasul diutus untuk mendakwahkannya. Demikian pula al-Qur’an memberikan perhatian yang sangat besar dalam masalah tauhid di sebagian besar surat-surat yang terdapat di dalamnya. Allah telah menerangkan bahaya lawannya yaitu syirik bagi pribadi dan masyarakat. Karena syirik merupakan sebab kehancuran di dunia dan kekal di dalam neraka.<br />
Sesungguhnya seluruh rasul memulai dakwah mereka dengan tauhid. Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasul sebelum dirimu kecuali Kami wahyukan kepadanya; tidak ada sesembahan yang benar kecuali Aku, maka sembahlah Aku saja.” (QS. al-Anbiya’ : 25). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tinggal di Mekah selama 13 tahun dan mendakwahi kaumnya supaya bertauhid. Beliau pun mendidik para pengikutnya -meskipun yang masih belia- untuk mentauhidkan-Nya. Sebagaimana ketika beliau berpesan kepada keponakannya Ibnu Abbas, “Apabila kamu meminta maka mintalah kepada Allah. Dan apabila kamu meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi). Tauhid inilah yang menjadi intisari dan hakikat ajaran agama Islam, yang tidak akan diterima amal apapun tanpanya.<br />
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada para sahabatnya untuk memulai dakwah mereka dengan tauhid. Beliau bersabda kepada Mu’adz ketika mengutusnya ke Yaman, “Jadikanlah dakwah yang pertama kali kamu serukan adalah syahadat la ilaha illallah, dalam sebuah riwayat dikatakan supaya mereka mentauhidkan Allah.” (Muttafaq ‘alaih).<br />
Tauhid tercermin dalam dua kalimat syahadat. La ilaha illallah berarti tidak boleh beribadah kecuali kepada Allah. Dan Muhammad Rasulullah berarti tidak boleh beribadah kepada Allah kecuali dengan ajaran Rasulullah. Inilah pintu masuk ke dalam agama Islam. Dan ia merupakan kunci surga. Seorang yang mengucapkan dan meyakininya serta tidak melakukan pembatalnya maka dia pasti akan masuk ke dalam surga.<br />
Orang-orang kafir Quraisy telah menawarkan kepada Rasulullah iming-iming kekuasaan, harta dan perempuan serta kesenangan dunia yang lainnya agar beliau mau meninggalkan dakwahnya. Namun beliau sama sekali tidak mau menerima tawaran mereka. Beliau tetap tegar menjalankan dakwah bersama para sahabatnya hingga harus merasakan berbagai macam gangguan dan tekanan, sampai akhirnya Allah berkenan mengaruniakan kemenangan dakwah tauhid sesudah perjalanan waktu 13 tahun. Dan sesudah itu kota Mekah pun kembali ditaklukkan, berhala-berhala pun dihancurkan seraya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat (yang artinya), “Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan. Sesungguhnya kebatilan itu pasti akan sirna.” (QS. al-Israa’ : 81).<br />
Tauhid merupakan tugas dan tanggung jawab setiap individu muslim selama hayat di kandung badan. Dia mengawali hidupnya dengan tauhid, dan meninggalkan alam dunia ini juga harus dengan tauhid. Demikian pula kewajibannya seumur hidup adalah menegakkan nilai-nilai tauhid, mendakwahkannya. Dan hanya tauhidlah yang bisa menyatukan kaum muslimin.<br />
<strong>Keutamaan Tauhid dan buah-buahnya</strong><br />
Rujukan : Minhaj al-Firqah an-Najiyah hal. 35<br />
Tauhid akan membebaskan manusia dari peribadahan kepada selain Allah. Karena segala sesuatu selain Allah tidak menciptakan ataupun menguasai kemanfaatan dan kemudharatan. Sehingga ia tidak layak untuk diibadahi. Maka dengan tauhid seorang manusia akan hanya tunduk beribadah kepada Rabb yang menciptakan dirinya. Dengan tauhid pula akalnya akan terbebas dari belenggu khurafat dan pemikiran-pemikiran sesat serta tekanan para penjajah dan thaghut yang lalim sebagaimana Fir’aun dan dukun-dukun yang tidak rela kekuasaannya direbut dari hati manusia dengan seruan la ilaha illallah. Karena mereka mengetahui kandungan maknanya yang menuntut seorang mukmin hanya tunduk dan bersujud meletakkan dahinya di atas tanah hanya kepada Rabbnya dan mencampakkan thaghut-thaghut tersebut dari singgasana-singgasana palsu mereka<br />
Tauhid akan membentuk kepribadian yang unggul dan diperhitungkan. Karena dengan tauhid maka seorang manusia hanya memiliki satu sesembahan yang menjadi tujuan ibadah dan ketundukannya, baik ketika bersendirian ataupun bersama keramaian. Dia akan senantiasa berdoa kepada Allah di waktu lapang ataupun di waktu sempit. Berbeda dengan kondisi hati kaum musyrikin yang tercerai-berai demi mengabdi kepada sesembahan-sesembahan mereka. Hati mereka berserakan sebagaimana sesembahan mereka beraneka ragam. Oleh sebab itu Nabi Yusuf ‘alaihis salam mengingatkan kaumnya ketika berdakwah kepada dua orang di antara mereka yang sama-sama mendekam di dalam penjara, “Hai dua sahabatku di dalam penjara. Apakah sesembahan-sesembahan yang bermacam-macam itu yang lebih baik ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Dengan demikian seorang mukmin akan bisa merasakan ketenangan dan keteguhan karena hanya mengabdi kepada satu sesembahan yang benar. Adapun orang-orang musyrik, mereka harus menyeret hatinya kesana kemari menuruti kemauan sesembahan mereka yang beraneka ragam.<br />
Tauhid merupakan sumber keamanan bagi umat manusia. Karena orang yang bertauhid hanya akan merasa takut kepada siksaan Allah, sehingga dia tidak akan merasa takut kepada selain Allah. Dia tidak dicekam oleh rasa takut gara-gara masalah rezeki, keselamatan jiwa, ataupun sanak familinya. Adapun seorang muwahhid hanya menyimpan rasa takut kepada Allah. Sehingga dialah orang yang bisa merasa aman ketika orang lain dicekam oleh ketakutan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman (syirik) maka mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang diberikan petunjuk.” (QS. al-An’am : 82).<br />
Tauhid merupakan sumber kekuatan diri. Karena dengan tauhid akan melahirkan kekuatan pada diri manusia yang muncul karena rasa harapnya kepada Allah, tawakal kepada-Nya, ridha dengan takdir-Nya dan sabar dalam menghadapi musibah yang menimpanya, serta tidak bergantung kepada makhluk-Nya. Maka seorang muwahhid memiliki hati yang kokoh laksana gunung. Kalau musibah menimpa dirinya maka dia meminta kepada Allah untuk menyingkapkan darinya. Sehingga tidaklah ia meminta kepada orang-orang yang sudah mati. Sehingga yang menjadi syi’arnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika kamu meminta maka mintalah kepada Allah. Dan jika kamu meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi). Dan juga firman-Nya (yang artinya), “Dan apabila Allah menimpakan bahaya kepada dirimu maka tidak ada yang dapat menyingkapkannya kecuali Dia.” (QS. al-An’am : 17).<br />
Tauhid merupakan asas persaudaraan yang hakiki dan persamaan. Karena ajaran tauhid tidak mengizinkan bagi siapapun untuk mengangkat sebagian makhluk untuk menjadi sesembahan tandingan selain-Nya. Maka uluhiyah adalah hak Allah semata dan sudah menjadi kewajiban bagi seluruh manusia untuk tunduk beribadah hanya kepada-Nya. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan dan panutan bagi segenap umat manusia dalam menjalankan kewajiban yang agung ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhengsi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhengsi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhengsi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhengsi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suhengsi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suhengsi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suhengsi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suhengsi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhengsi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhengsi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhengsi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhengsi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhengsi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhengsi.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhengsi.wordpress.com&amp;blog=4600043&amp;post=20&amp;subd=suhengsi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhengsi.wordpress.com/2010/07/16/tauhid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed28f559c78f5def61010f721a618936?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suheng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://suhengsi.wordpress.com/2008/08/24/hello-world/</link>
		<comments>http://suhengsi.wordpress.com/2008/08/24/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 08:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suhengsi sueb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhengsi.wordpress.com&amp;blog=4600043&amp;post=1&amp;subd=suhengsi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suhengsi.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suhengsi.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhengsi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhengsi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhengsi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhengsi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suhengsi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suhengsi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suhengsi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suhengsi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhengsi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhengsi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhengsi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhengsi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhengsi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhengsi.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhengsi.wordpress.com&amp;blog=4600043&amp;post=1&amp;subd=suhengsi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhengsi.wordpress.com/2008/08/24/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed28f559c78f5def61010f721a618936?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suheng</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
